Kebanyakan orang ternyata salah kaprah dalam ngecas handpone, ternyata saya salah satu orang yang salah kaprah itu. Mengapa saya bilang salah kaprah? jadi begini ceritanya, Saya punya teman yang pinter ngotak-ngatik hp. Dia sering bongkar pasang hp, sebenarnya diabukan teknisi hp tp dia suka baca majalah hp terus disitu ada tips dan trik dari situlah dia banyak dapat ilmu tentang hp. Loh, kok jadi nyeritain orang ya? Apa hubungannya sama ngecas. Oke kita balik ke topik. jadi gini ceritanya, suatu hari teman saya maen kerumah. Tiap dia maen kerumah pasti dia mencharge hpnya padahal saya lihat kapasitas baterainya masih ada sekitar 70%.
Terus saya tanya ke dia, “hp kok dicas mulu ngecas tuh kalo dah abis biar awet”. Kemudian dia menjawab “hp gw ini tipe baterainya emang harus sering dicas, gak boleh sampe kosong, kalo kosong malah cepet ngerusak baterai”.
Kemudian saya tidak menjawab lagi karena tidak mau adu argumen, karna memang ilmu saya kalah kalau dibandingkan dengan dia yang sukanya baca majalah handpone.

Penasaran dengan kata-katanya itu terus saya langsung mencari informasi tentang baterai. Setelah muter-muter nyari di mbah google akhirnya ketemu juga. Handphone kebanyakan sudah menggunakan
baterai Lithium. Ada dua tipe baterai Lithium, Li-
Ion dan Li-Polymer. Di masa lalu baterai yang digunakan adalah baterai Nikel.

Perilaku penggunaan baterai yang umum
terpatri di benak kita saat ini, rata-rata
masih terpatri pada perlakuan baterai Nikel.
Pada baterai jenis ini, tips seperti; jangan
mengecas baterai sebelum baterainya
habis; cas baterai sampai penuh untuk
menjaga daya tahan baterai memang cara
perawatan yang pas.
Namun, perlakuan untuk baterai Nikel yang
makin nggak umum itu ternyata ngga bisa
diberlakukan untuk baterai Lithium lho.
Untuk baterai lithium ion dan lithium
polymer, yang sekarang banyak beredar
dipasar, tak masalah kalau kamu tidak
mengecasnya hingga penuh. Baterai ini
malah bermasalah kalau kamu sering
memakainya hingga baterai habis.
perlakuan ini bisa bikin kapasitas baterai
kamu lebih cepat berkurang dari kapasitas
normalnya.
Hal ini diungkap oleh situs khusus soal
baterai, Battery University. Situs ini
menyarankan agar kamu mengecas baterai
Lithium sesering mungkin sebelum baterai
benar-benar habis. Saat mengisi pun
sebaiknya tidak dicas hingga penuh.
Dengan melakukan ini, baterai lithium
kamu punya masa pakai lebih lama. Maka dari itu, hindari
menggunakan baterai lithium hingga habis.

Perlu diperhatikan bagi pengguna baterai
Lithium adalah : jangan membiarkan baerai
lithium kamu dicas lebih dari 100%. Tetap
mencolokkan kabel cas ke baterai yang
sudah dicas penuh malah mengurangi
masa hidup baterai lebih cepat. Hindari
juga dari suhu panas yang akan menguras
waktu hidupnya. Jadi jangan tinggalkan
smartphone kamu di mobil yang panas
ataupun membiarkannya menjalankan
aplikasi penguras baterai dalam waktu
lama. Menjalankan aplikasi yang
menggunakan GPRS terus menerus adalah
salah satu contohnya.

Nah, ketahuan kan salah kaprahnya dimana. Ternyata memang benar apa yang dikatakan temanku.
Mulai sekarang rawatlah baterai anda dengan semestinya agar umur baterai lebih awet.

Iklan