nice guy vs bad boy
nice guy vs bad boy mengejar wanita

Terkadang gw suka mikir tentang apa yang ada di fikiran para cewek. Semua cewek yang ada di dunia ini selalu mengharapkan laki-laki yang baik, sopan, sholeh, rajin beribadah, perhatian dan semua hal baik lainnya. Nggak satupun cewek yang mengidam-idamkan cowok yang nakal, urakan, bahkan brengsek.

Namun kenyataan yang tejadi di lapangan berbanding terbalik 180 derajat. Faktanya semua cewek itu lebih suka cowok yang agak berandal, urakan, dan nakal. Mengapa gw bilang demikian? karena ini memang terjadi pada kehidupan gw.

Jadi gini ceritanya pas gw baru masuk SMP. Saat pertama kali gw masuk kelas baru di sekolahan yang baru dan semua temen-temen baru, gw melihat sesosok bidadari cantik yang bisa bikin jantung gw berdegup kencang yang tak pernah gw jumpai pada saat gw masih SD *yaiyalah, SD mah lom ngerti yang beginian*.

Gw pun pada saat itu berfikir keras bagaimana bisa berkenalan dengan dia (yang ini sedikit gw dramatisir karena gw tau nanti juga tau namanya karena kita memang sekelas :mrgreen: ). Karena pada waktu itu gw culun banget dan sekarangpun masih gw sedikit ragu-ragu untuk memulai berkenalan dengan dia. Saat itu gw mencoba mengumpulkan keberanian untuk berkenalan dan menunggu waktu yang tepat. Suatu ketika gw lagi ngobrol sama temen sebangku gw, dan tanya-tanya tentang cewek itu, eh tiba -tiba dia menghampiri ke meja gw dan mengajak berkenalan. Pada saat itu gw girangnya minta ampun, ternyata sesosok makhluk yang cantik nan jelita yang justru menghampiriku. “Berarti ada kesempatan untuk menjalin hubungan lebih jauh nih” kata gw dalam hati .

Skip cerita gw jadi akrab sama dia, belajar bareng, contek-contekan, ketawa-ketiwi. Dia selalu gw tinggi-tinggikan dalam artian menuruti semua kemauannya. Menjadi orang yang selalu gw puja, dan dalam lubuk hati gw gw nggak mau menyakitinya, membuatnya menangis. Hingga kita naik ke kelas dua dan tetap satu kelas dan masih saja selalu kuagung-agungkan menuruti semua keinginannya.

Suatu ketika gw memberanikan diri untuk menyatakan cinta padanya *yailah sok banget gw yak, bocah ingusan aja menyatakan cinta*. Gw mencoba mengumpulkan semua keberanian yang ada dalam jiwa gw. Karena gw orang baik-baik, culun, nggak neko-neko sukanya nongkrong di perpustakaan menyatakan cinta itu merupakan suatu hal terberat. Setelah berasa siap gw akhirnya mengungkapkan isi hati gw yang paling dalam ke dia lalu apa yang terjadi… jegeerrrrr *efek petir* dia tidak menerima cintaku, ya cintaku bertepuk sebelah tangan. Gw pun berlapang dada menerima kenyataan, dan harus tetap melanjutkan hidup. Untung aja gw ngga kepikiran bunuh diri waktu itu, jadi gw masih bisa nulis curcolan gw ini 😀

Setelah berhari-hari melewati masa-masa kelam gw pun mulai melupakannya dan mencoba bangkit dari keterpurukan. Disaat gw udah mulai bangkit, gw mendengar kabar bahwa dia pacaran dengan si codot yang merupakan anak kelas 2D yang isinya adalah murid sisa-sisa yang nilainya di bawah rata-rata dan disitu merupakan sarangnya bocah-bocah berandal, nakal, urakan. Percaya nggak percaya, gw yang orangnya alim, baik, nggak neko-neko kalah dengan bocah yang sering buat onar di sekolahan. Sungguh menyedihkan…

Begitulah sekilas kisah cinta monyet gw yang sungguh tragis, yang membuat gw selalu berfikir apakah gw harus urakan, nakal, suka bikin onar untuk mendapatkan wanita?

Mungkin semua anak baik-baik yang culun, takut sama wanita mengalami hal yang sama kayak yang gw alamin. Dan gw pun mencoba melakukan survey kecil-kecilan dengan melihat para cewek yang ada di sekitar gw. Hasilnya adalah cewek lebih setia sama cowok yang sering membuatnya menangis daripada dengan cowok baik-baik yang menuruti segala keinginan si cewek.

Mengapa itu bisa terjadi?

Sebelumnya mari kita lihat seperti apa “nice guy” itu

Mereka adalah orang:

  • yang menghormati wanita
  • yang memberikan perhatian kepada wanita
  • yang tidak akan memperlakukan wanita secara buruk

Logikanya kan wanita sangat tergila-gila dengan pria yang seperti itu. Tapi mengapa kenyataan tidak seperti itu? justru wanita malah lebih menyukai bad boy.

Itu semua karena wanita lebih terdorong dengan PERASAAN dibandingkan dengan pria yang lebih berpikir dengan menggunakan LOGIKA. 

Hal inilah yang membuat para “nice guy” gagal dalam percintaan. Mereka gagal memberikan satu hal yang sangat krusial, yaitu membuat wanita MERASAKAN  berbagai gejolak perasaan.

Para “nice guy” apabila melakukan percakapan dengan wanita terkesan sangat datar. Dalam melakukan pendekatan mereka memperlakukan wanita dengan baik, namun dengan maksud terselubung di belakangnya : memenangkan hati si wanita.

Tidak dengan “bad boy”. Para bad boy tidak seperti itu. apa yang anda lihat dari si badboy itulah yang anda dapat. Tidak ada maksud yang tersembunyi di belakangnya atau kepura-puraan.

Apa yang mereka ucap itulah yang mereka maksudkan. Apa yang mereka lakukan itulah mereka lakukan. Tidak ada kebohongan dibaliknya.

Dan para wanita yang ada di sekitar “badboy” merasakan berbagai gejolak perasaan mulai dari senang, sedih, takut, gairah, marah dan seterusnya.

Lantas apakah kita para “nice guy” harus berubah menjadi “badboy” untuk mendapatkan wanita?

Jawabannya TIDAK. Anda tetap dapat menjadi “nice guy” namun dengan kharisma “Badboy”:

  • Tuluslah dengan apa yang Anda lakukan, baik maupun buruk. Lakukan apa yang Anda lakukan karena Anda melakukannya, bukan karena hal yang lain.
  • Stop memikirkan opini orang lain terhadap Anda, karena kemungkinan besar orang-orang lain cemas dengan apa yang Anda pikirkan tentang mereka.
  • Apabila Anda menolong seorang wanita, yakinkan diri Anda, apakah Anda melakukannya karena memang Anda ingin menolongnya, ataukah Anda menginginkan sesuatu yang lain darinya.
  • Tingkatkan rasa percaya diri Anda dan berusaha hidup pada saat ini (live in the moment) tanpa kepedihan tentang masa lalu maupun kecemasan tentang masa depan.
  • Ucapkan apa yang ingin Anda sampaikan ke target, apapun itu baik maupun buruk. Kritik, pujian, atau perbedaan pendapat.
  • Jangan pernah “berinvestasi” kepada seorang wanita. Biarkanlah mereka yang “berinvestasi” kepada Anda. Dalam arti Anda tidak perlu mengalokasikan energi, waktu dan uang untuk seorang wanita secara spesial. Biarlah mereka yang menunjukkan komitmen mereka untuk berinvestasi kepada Anda, lalu putuskan apakah Anda ingin bersamanya atau tidak.
  • Reward-punishment. Jangan takut memberi hukuman (bukan dalam arti memukul atau kekerasan baik fisik maupun verbal) apabila si target tidak bertingkah seperti yang anda inginkan. Hukuman ini bisa berupa memutuskan perhatian sementara kepada si target atau meledek (dalam nada bercanda) si target. Apabila si target melakukan hal yang Anda inginkan, berilah dia hadiah, bisa berupa pujian ataupun materi (materi yang memiliki arti, bukan yang berharga nominal tinggi).

Curcolan in terinspirasi dari sini. Sebelumnya saya ucapkan selamat hari raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙂

Iklan