Kepercayaan menurut KBBI adalah anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata.

Sooooo…. Ada apa dengan kepercayaan?

Coretan gw kali ini cukup berat karena menyangkut nyawa jutaan umat manusia, haissshh lebay banget gw. Jadi sebenernya gw cuma mau curcol aja tentang yang namanya kepercayaan ini. Tentunya kalian semua sudah pasti mempunyai kepercayaankan? Dan kalau sudah menyinggung soal tentang kepercayaan yang diyakini pasti bisa membuat tersinggung. Karena kepercayaan dengan Tuhan kebenarannya mutlak tidak bisa diganggu gugat menurut penganutnya masing-masing. Kita bisa lihat kasus yang lagi rame akhir-akhir ini, itu semua karena sudah saling senggol soal kepercayaan. Dengan sedikit provokasi maka booomm…. Tau sendiri jadinya kaya gimana.

Tunggu, tunggu… jangan langsung tersinggung. Gw di sini bukan mau membahas tentang kepercayaan yang diyakini masing-masing orang, melainkan kepercayaan tentang nasib sial atau badluck.

Yup, kalian semua pasti pernah merasa bernasib sial dengan berkata “sial banget gw hari ini, bangun udah kesiangan, dijalan diserempet orang, kena tilang, eh di kantor kenal omel bos. Komplit dah, apes apes.”  itu contoh sederhananya.

Sekarang contoh komplexnya yang mana adalah kejadian kisah nyata yaitu kisah gw sendiri LOL. Jadi gini gw merasa bahwa hidup gw itu sial banget, udah hampir tujuh bulan pasca gw resign dari tempat kerjaan gw hidup dengan google adsense. tiba-tiba badai banned pun datang dan akhirnya adsense gw  kena banned. Gw merasa down banget, disaat gw pengen serius bermain online justru bernasib sial. Sambil gw menunggu approval adsense baru maka gw memutuskan untuk mencari kerja offline lagi. Panggilan-tiap panggilan gw hadiri, nah yang membuat gw merasa sial banget adalah pada saat gw dapet panggilan magang bakti di salah satu bank terbesar di Indonesia tapi gw ngga bisa hadir karena tiba-tiba jatuh sakit. Peluang untuk kerja di perbankan akhirnya pupus. Sial banget pikir gw waktu itu, namun mungkin bukan jalannya disitu kata gw dalam hati.Setelah itu gw dapat panggilan sebagai teknisi di salah satu service center brand ternama di Indonesia. Dan akhirnya gw bisa bisa lolos semua tes penyeleksian, dan tinggal menunggu kabar untuk tanda tangan kontrak yaitu selang 3 hari setelahnya, tetapi apa yang terjadi seminggu lebih berlalu tetapi tak ada kabar sama sekali.

Akhirnya gw coba untuk menghubungi personalianya tetapi no teleponnya tidak nyambung. Merasa digantung tanpa kejelasan gw sempet berpikir untuk datang ke kantornya dan melabrak personalianya. Tetapi gw urungkan niat gw karena gw masih punya sopan santun. Jalan-satu-satunya yang gw tempuh untuk mengakhiri derita gw digantung seperti ini adalah dengan mengemail langsung ke email yang sebelumnya digunakan untuk mengundang gw interview.  Beberapa jam kemudian gw dapat telepon yang mana isinya adalah posisi yang gw lamar sudah diisi orang karena pas gw lolos interview ada kandidat lain jg yang ikut di loloskan. Akhirnya gw  ngga jadi di terima karena basic gw bukan IT melainkan Otomotive punya pengalaman bekerja dibidang IT. Itulah sekilas nasib sial yang gw alami. Sial banget kan?

Ya kejadian itu semua menurut gw pribadi adalah bahwa gw itu bernasib sial. Dari apa yang gw lakukan gw merasa gw itu apes selalu, gw jadi percaya gw ini emang udah ditakdirkan bernasib sial. Dan itu selalu terjadi di saat gw habis kontrak maka akan ada aja kesialan-kesialan yang gw alami. Contohnya saat gw abis kontrak kerja 2012 silam gw mengalami kecelakaan sehingga tabungan gw habis buat ganti rugi motor orang yang tanpa sengaja gw tabrak, kejadian ini terjadi lagi saat gw berhenti kerja awal tahun ini yaitu motor gw tiba-tiba mogok dan minta turun mesin sehingga gw harus mengeluarkan uang lebih untuk service.

Nasib sial ini sudah termasuk kepercayaan. Kenapa gw bilang begitu karena orang-orang dahulu punya banyak cara untuk menangkal kesialan. Misalnya mereka percaya garam bisa menangkal sial, kaki kelinci atau rabbit foot bisa membawa keberuntungan dan lain sebagainya.

your luck is no worse—and no better—than anyone else’s. It just feels that way. Better, still, there are two simple things you can do which will reverse your feelings of being unlucky.

Keberuntunganmu itu ngga seburuk atau lebih baik dibanding orang lain. Hanya memang terasa seperti itu. Lebih baik lakukan hal sederhana yang bisa kau lakukan untuk membalikkan perasaanmu tentang bernasib sial. Quote ini gw ambil dari lifehack.org, dan gw rasa quote ini memang benar adanya. Dari semua yang gw alami ternyata gw ngga sesial itu, gw bisa melakukan hal-hal lain yang bisa membuat gw berpikir gw beruntung. Misal pas gw kecelakan untung tidak terjadi luka yang serius antara gw maunpun yang kesenggol waktu itu. Hanya sedikit lecet dan sedikit kerusakan motor.

Jadi kesimpulannya, kita jangan terfokus dengan kesialan yang menimpa dirimu tapi fokuslah pada hal-hal yang bisa merubahmu menjadi lebih beruntung.

 

 

Iklan